Rupiah Dibuka Melemah, Investor Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed

Rupiah Dibuka Melemah, Investor Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed

Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Rabu dengan penurunan 13 poin atau 0,07 persen ke level Rp17.738 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.725 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang masih menunggu keputusan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), yang dijadwalkan diumumkan dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada malam hari. Sentimen global tersebut menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memperkirakan rupiah masih berpotensi bergerak melemah dengan kisaran Rp17.720 hingga Rp17.800 per dolar AS. Menurutnya, pasar saat ini fokus mencermati arah kebijakan moneter The Fed yang dapat memberikan sinyal terkait prospek suku bunga ke depan. Dari sisi domestik, investor juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan. Selain itu, perhatian pasar turut tertuju pada langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal, termasuk evaluasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai pergerakan rupiah cenderung terbatas dan berada dalam fase konsolidasi. Investor masih menerapkan strategi wait and see sambil menunggu kepastian terkait kesepakatan Amerika Serikat dan Iran serta hasil pertemuan FOMC. Dengan berbagai sentimen yang berkembang, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini, seiring pelaku pasar menanti arah kebijakan ekonomi global yang lebih jelas. Dikutip dari Antaranews.com