JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi mengumumkan keberhasilan produk tempe lokal menembus pasar Amerika Latin melalui kerja sama strategis senilai 125 ribu dolar AS atau setara Rp2,1 miliar. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan kontrak antara PT Azaki Food International dari Indonesia dan OM SpA asal Chile di kantor ITPC Santiago pada Rabu (1/4). Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk optimalisasi perjanjian IC-CEPA untuk mendorong promosi dagang Indonesia di kancah global.
Kerja sama ekspor tempe ke Chile ini merupakan tindak lanjut dari partisipasi Indonesia dalam pameran Espacio Food & Service tahun lalu. ITPC Santiago berperan penting dalam memfasilitasi penjajakan bisnis hingga tercapainya kesepakatan distribusi yang mencakup pengelolaan merek serta pemenuhan regulasi pangan lokal. Kehadiran tempe di Chile dinilai sangat potensial mengingat adanya tren peningkatan permintaan masyarakat setempat terhadap produk pangan sehat dan makanan berbasis nabati (plant-based food) sebagai alternatif sumber protein berkualitas.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi pintu masuk (entry point) bagi produk-produk unggulan Indonesia lainnya untuk merambah kawasan Amerika Latin yang lebih luas. Berdasarkan data perdagangan tahun 2025, Indonesia mencatatkan surplus sebesar 347,5 juta dolar AS terhadap Chile, yang menunjukkan kuatnya daya saing produk lokal di pasar tersebut. Kemendag pun terus mengajak para pelaku usaha nasional untuk memanfaatkan fasilitas ITPC Santiago guna menjajaki peluang ekspor dan memperkuat jaringan kemitraan bisnis di tingkat internasional. Dikutip dari Antaranews.com















