MAGELANG – Sebagai upaya konkret menekan angka kecelakaan transportasi di kalangan generasi muda, Jasa Raharja Magelang berkolaborasi dengan Satlantas Polresta Magelang menggelar sosialisasi keselamatan lalu lintas di SMK Muhammadiyah Salaman, Senin (27/4/2026) pagi.
Kegiatan yang dikemas dalam program Polisi Goes to School ini menyasar ratusan pelajar dan tenaga pendidik. Fokus utamanya adalah menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini guna meminimalisir fatalitas korban kecelakaan di jalan raya.
Dalam paparannya, petugas Jasa Raharja menekankan pentingnya mematuhi regulasi di jalan raya, mulai dari penggunaan helm berstandar SNI, larangan penggunaan ponsel saat berkendara, hingga imbauan agar pelajar yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) tidak memaksakan diri mengemudikan kendaraan bermotor.
Selain edukasi perilaku, para siswa juga diberi pemahaman mengenai amanat UU No. 33 Tahun 1964 dan UU No. 34 Tahun 1964. Landasan hukum tersebut menjadi dasar bagi Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar serta santunan bagi korban kecelakaan penumpang umum dan lalu lintas jalan.
Di tempat terpisah, Kepala Jasa Raharja Cabang Magelang, Nifar Siahaan, mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya memenuhi kewajiban administratif kendaraan. Ia menjelaskan bahwa Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) memiliki kaitan erat dengan perlindungan masyarakat.
“Kami mengimbau kepada seluruh pemilik kendaraan agar dapat melakukan pembayaran PKB dan SWDKLLJ tepat waktu. Dana SWDKLLJ inilah yang nantinya dihimpun untuk memberikan kepastian jaminan bagi korban kecelakaan lalu lintas,” ungkap Nifar Siahaan.
Ada yang menarik dalam giat di SMK Muhammadiyah Salaman kali ini. Para guru dan karyawan sepakat untuk melakukan inovasi berupa pemutaran pesan keselamatan lalu lintas dalam bentuk rekaman suara (voice record) secara rutin sesaat sebelum jam pulang sekolah.
Pihak sekolah menyambut baik program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) ini. Komitmen para guru diharapkan mampu memberikan pengaruh berkelanjutan bagi para siswa agar lebih disiplin di jalan raya.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Jasa Raharja. Program ini sangat penting, mengingat pelajar adalah kelompok yang cukup rentan di jalan raya. Kami berkomitmen mendukung penuh agar angka kecelakaan di Kabupaten Magelang bisa terus ditekan,” ujar pihak sekolah.
Dengan sinergi yang kuat antara kepolisian, instansi penjamin, dan dunia pendidikan, diharapkan tercipta budaya baru yakni tertib berlalu lintas yang lahir dari kesadaran, bukan karena paksaan.















