Ekspor Nonmigas Indonesia Capai US$212,27 Miliar hingga September 2026, Nikel dan CPO Jadi Andalan

Ekspor Nonmigas Indonesia Capai US2,27 Miliar hingga September 2026, Nikel dan CPO Jadi Andalan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor nonmigas Indonesia mencapai US$212,27 miliar sepanjang Januari–September 2026, tumbuh 6,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 8,93 persen. Kinerja ekspor tersebut ditopang sejumlah komoditas unggulan, terutama nikel, minyak kelapa sawit (CPO), tembaga, dan produk olahan industri yang memiliki permintaan di pasar global.

Pada September 2026, nilai ekspor nonmigas Indonesia mencapai US$26,64 miliar, meningkat 12,39 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kenaikan ini terutama didorong oleh ekspor lemak dan minyak hewani nabati, termasuk produk turunan CPO, yang tumbuh 89,04 persen. Selain itu, ekspor tembaga dan barang dari tembaga mencatat lonjakan signifikan sebesar 165,97 persen secara tahunan, dengan kontribusi 1,64 persen terhadap kenaikan total ekspor nasional.

Peningkatan ekspor nikel, CPO, tembaga, dan produk industri pengolahan menunjukkan peran penting hilirisasi dalam memperkuat kinerja ekspor nonmigas Indonesia. Komoditas olahan serta produk kimia dasar organik berbasis hasil pertanian juga menjadi bagian penting dalam perdagangan internasional. Capaian ini turut mendukung kinerja perdagangan barang nasional dan memperkuat kontribusi sektor industri pengolahan terhadap perekonomian Indonesia. Dikutip dari Suara.com