Jakarta – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk memindahkan 20 persen dari total 1.800 ton emas masyarakat yang selama ini disimpan “di bawah bantal” agar masuk ke dalam ekosistem bulion nasional. Langkah strategis senilai fantastis ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi aset emas domestik ke dalam instrumen keuangan yang lebih produktif dan bernilai tambah tinggi bagi perekonomian negara.
Dorongan tersebut disampaikan dalam peresmian Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di Jakarta sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat kebijakan hilirisasi sektor pertambangan dan energi. Kehadiran IBMA diyakini menjadi katalis penting untuk mengintegrasikan industri bulion dari hulu hingga hilir, sekaligus menciptakan pasar yang semakin transparan, efisien, dan likuid.
Saat ini, sebanyak 11 perusahaan lintas industri telah resmi bergabung dalam IBMA, mulai dari pelaku pertambangan emas, manufaktur, bullion dealer, hingga lembaga keuangan seperti Pegadaian, BSI, PT Hartadinata Abadi, dan UBS Gold. Melalui sinergi kelembagaan yang kuat ini, industri bulion Indonesia diharapkan mampu meningkatkan daya saing global sekaligus memperluas kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dikutip dari Antaranews.com















