JAKARTA – Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Selasa pagi seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan Bank Indonesia (BI) di bawah kepemimpinan gubernur yang baru. Rupiah turun 61 poin atau 0,34 persen menjadi Rp18.070 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.009 per dolar AS. Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen domestik, terutama ketidakpastian pasar menjelang proses transisi kepemimpinan di bank sentral.
Rully menjelaskan, Destry Damayanti saat ini ditunjuk sebagai pejabat sementara Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya. Selanjutnya, pemerintah akan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemberhentian Perry Warjiyo secara hormat sebelum Presiden mengusulkan calon Gubernur BI definitif kepada DPR RI untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Menurutnya, gubernur baru perlu memprioritaskan penguatan kelembagaan dan kebijakan operasional moneter guna menjaga stabilitas jumlah uang beredar, mengendalikan ekspektasi inflasi, serta memperkuat kredibilitas kebijakan moneter.
Di sisi global, sentimen pasar cenderung lebih positif dengan indeks dolar AS yang bergerak stabil dan harga minyak dunia yang melemah setelah meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump dilaporkan menangguhkan serangan lanjutan terhadap Iran sehingga mengakhiri konflik yang berlangsung selama 13 hari. Meski demikian, Iran menegaskan belum melakukan perundingan dengan AS dan menyatakan setiap pembicaraan di masa depan bergantung pada perubahan sikap Washington. Kombinasi sentimen domestik dan global tersebut diperkirakan masih akan memengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek. Dikutip dari Antaranews.com















