JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, pada Rabu. Prabowo menghormati keputusan PDIP yang saat ini menjadi satu-satunya partai politik di parlemen yang memilih berada di luar pemerintahan. Menurut Presiden, langkah politik tersebut merupakan sebuah pengorbanan yang sangat berjasa besar dalam menjaga iklim demokrasi di Indonesia melalui fungsi kontrol serta keseimbangan (check and balance) terhadap jalannya roda pemerintahan eksekutif.
Di hadapan lebih dari 400 anggota DPR RI dan pejabat negara, Presiden Prabowo menegaskan bahwa sebuah negara demokrasi yang sehat mutlak membutuhkan pengawasan dan kritik. Ia mengakui, meski terkadang kritik dari para kader PDIP terasa sangat keras hingga membuatnya pilu sebelum tidur, dirinya sadar bahwa peringatan tersebut pada dasarnya bertujuan baik untuk menyelamatkan jalannya pemerintahan. Prabowo juga menyatakan bahwa jika seluruh partai politik mendukung pemerintah tanpa adanya oposisi, maka hal tersebut justru tidak akan berdampak baik bagi masa depan asas demokrasi Indonesia.
Sebagai bentuk penghormatan atas peran oposisi tersebut, Presiden Prabowo mengungkapkan telah menginstruksikan seluruh jajaran menterinya untuk tidak mempersulit perusahaan yang terafiliasi dengan PDIP dalam mengikuti tender proyek pemerintah. Prabowo menjelaskan bahwa kebijakan ini ia lakukan karena meneladani sikap negarawan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Ia mengenang momen masa lalu saat dirinya belum berkuasa, di mana Megawati pernah mengintervensi agar bisnis Prabowo tidak diganggu selama memenangkan tender secara benar, sebuah teladan keadilan politik yang kini ia terapkan kembali. Dikutip dari Antaranews.com















