Jakarta – Kementerian Pariwisata secara resmi menetapkan Festival Perang Air di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, sebagai salah satu agenda unggulan dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Keputusan ini diumumkan setelah melalui proses kurasi ketat terhadap lebih dari 500 acara dari 38 provinsi di Indonesia. Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu, menyatakan bahwa terpilihnya festival yang dikenal dengan nama Cian Cui ini merupakan bukti tradisi lokal Kepulauan Meranti telah naik kelas menjadi panggung nasional yang inklusif dan kaya akan nilai budaya.
Festival Perang Air 2026 yang berlangsung selama sepekan di Kota Selatpanjang ini berhasil menarik perhatian dunia dengan mencatatkan kunjungan sebanyak 20.475 wisatawan, meningkat 1,79 persen dari tahun sebelumnya. Tradisi unik ini berakar dari kebiasaan silaturahmi masyarakat Tionghoa Selatpanjang saat merayakan Imlek menggunakan becak, yang kemudian berkembang menjadi simbol akulturasi budaya Tionghoa dan Melayu. Transformasi tradisi sederhana menjadi perayaan kolektif ini tidak hanya mempererat kebersamaan antarwarga, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang mampu memperkuat citra daerah di tingkat internasional.
Masuknya Festival Perang Air ke dalam daftar 125 KEN 2026 memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan berdampak langsung pada kenaikan okupansi penginapan, penggunaan transportasi laut, hingga peningkatan omzet UMKM dan sektor kuliner di Kepulauan Meranti. Dengan strategi pemasaran dan manajemen penyelenggaraan yang profesional, festival ini diharapkan terus menjadi lokomotif penggerak ekonomi kreatif di Provinsi Riau serta menjadi contoh sukses tata kelola event budaya yang berdampak luas bagi kesejahteraan sosial dan lingkungan. Dikutip dari Antaranews.com











