Kebakaran Hutan Tanjung Puting Belum Padam, Relawan Terpaksa Mundur

Kebakaran Hutan Tanjung Puting Belum Padam, Relawan Terpaksa Mundur

Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, hingga kini masih belum terkendali. Situasi darurat ini memicu kekhawatiran luas setelah tim gabungan relawan dari Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK) dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kotawaringin Barat memutuskan untuk menghentikan sementara upaya pemadaman di darat. Keputusan tersebut diambil karena para relawan telah mengerahkan kemampuan maksimal, namun skala api yang terus membesar dan mendekati zona inti habitat orangutan dinilai sudah melampaui kapasitas penanganan manual.

Menanggapi krisis tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa kendala utama di lapangan adalah rendahnya jarak pandang (visibility) yang menghambat operasi pemadaman udara. Kepala BNPB Letjen Suharyanto menjelaskan bahwa kondisi asap pekat membuat pengerahan helikopter water bombing menjadi sangat terbatas. Oleh karena itu, pihak relawan mendesak pemerintah pusat untuk segera memperkuat intervensi penanganan udara guna menjangkau titik-titik api di area hutan yang sulit diakses oleh petugas darat.

Isu kebakaran Tanjung Puting ini sebelumnya menjadi sorotan publik setelah video “api bertemu api” viral di media sosial, memperlihatkan pergerakan api dari dua arah yang mengancam keselamatan ekosistem satwa dilindungi. Meskipun estimasi luas lahan yang terdampak dikabarkan mencapai sekitar 54 ribu hektare, pihak berwenang masih terus memantau validitas data tersebut. Penanganan komprehensif yang memadukan kekuatan darat dan udara kini sangat diharapkan agar api segera padam dan kelestarian habitat orangutan di kawasan konservasi ini tetap terjaga. Dikutip dari rri.co.id