Kalimantan Tengah – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Kalimantan Tengah bersama PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit dan awak kapal KMP Dharma Ferry VI melaksanakan kegiatan edukasi keselamatan pelayaran pada Senin (12/10). Kegiatan yang berlangsung di area pelabuhan ini diisi dengan peragaan penggunaan life jacket, penyampaian safety briefing, pengenalan life raft, serta jalur evakuasi kapal kepada penumpang dan awak kapal. Edukasi ini merupakan langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan pengguna jasa transportasi laut dalam menghadapi situasi darurat selama perjalanan.
Kegiatan tersebut menekankan pentingnya penumpang memahami prosedur keselamatan sebelum kapal berlayar, termasuk cara menggunakan alat keselamatan dengan benar, mengenali lokasi penyimpanan perlengkapan darurat, serta mengetahui jalur evakuasi yang harus diikuti apabila terjadi keadaan yang tidak diinginkan. Melalui peragaan secara langsung, penumpang diharapkan tidak hanya mengetahui keberadaan fasilitas keselamatan, tetapi juga mampu memahami cara penggunaannya secara tepat. Keterlibatan awak kapal turut memperkuat penyampaian informasi sehingga prosedur keselamatan dapat dipahami dan diterapkan oleh seluruh pengguna jasa.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Kalimantan Tengah, Alfin Syahrin, menyampaikan bahwa edukasi keselamatan merupakan bagian penting dari upaya membangun budaya keselamatan transportasi yang melibatkan seluruh pihak. “Keselamatan pelayaran bukan hanya bergantung pada kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga pada pengetahuan serta kesiapsiagaan penumpang dan awak kapal. Kami berharap melalui edukasi dan peragaan langsung ini, masyarakat semakin memahami pentingnya penggunaan alat keselamatan, mengikuti arahan awak kapal, dan mengetahui jalur evakuasi agar dapat bertindak dengan tepat ketika menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Melalui sinergi bersama PT DLU Cabang Sampit, Jasa Raharja terus mendorong penguatan upaya pencegahan kecelakaan dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan transportasi. Edukasi ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menciptakan perjalanan penyeberangan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat. Jasa Raharja juga mengimbau seluruh penumpang agar senantiasa memperhatikan safety briefing, mematuhi instruksi awak kapal, serta tidak mengabaikan prosedur keselamatan demi mendukung terwujudnya budaya keselamatan pelayaran.















