IHSG Ditutup Melemah, Kenaikan Harga Minyak Mentah Jadi Pemicu

IHSG Ditutup Melemah, Kenaikan Harga Minyak Mentah Jadi Pemicu

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup melemah 8,24 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.678,20, sementara indeks LQ45 ikut terkoreksi 0,20 persen ke level 664,25. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa pelemahan pasar saham dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia akibat memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Lonjakan harga minyak jenis Brent hingga menyentuh 100 dolar AS per barel dan WTI ke level 95 dolar AS per barel ini memicu kekhawatiran inflasi global serta memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga acuan.

Selain tekanan eksternal dari lonjakan harga komoditas dan antisipasi kebijakan suku bunga European Central Bank (ECB), pelaku pasar domestik juga cenderung bersikap hati-hati (wait and see). Investor masih menunggu rilis data penjualan ritel periode Juli 2026 setelah kinerja tiga bulan sebelumnya mencatatkan penurunan. Kendati demikian, koreksi IHSG relatif terbatas berkat adanya sentimen positif dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid pada kuartal III dan IV meski di tengah bayang-bayang dampak bencana alam di beberapa daerah.

Secara teknikal, pergerakan IHSG betah berada di zona merah sejak pertengahan sesi pertama hingga penutupan perdagangan. Dari segi sektoral, sektor kesehatan menjadi beban terbesar setelah merosot 1,47 persen, sedangkan sektor transportasi & logistik berhasil memimpin penguatan sebesar 2,19 persen. Perdagangan saham menutup hari dengan nilai transaksi mencapai Rp16,13 triliun dari 2,14 juta kali transaksi, di mana sebanyak 337 saham melemah, 325 saham menguat, dan 301 saham stagnan. Dikutip dari Antaranews.com