Jakarta – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berdiri bersama rakyat yang terdampak krisis lingkungan melalui acara pengukuhan dan reposisi organisasi di Jakarta. Ketua Umum DPP GMNI, Sujahri Somar, menyatakan bahwa krisis lingkungan saat ini bukan sekadar bencana alam biasa, melainkan dampak dari ketimpangan kebijakan pembangunan yang mengabaikan keselamatan rakyat demi investasi. Sebagai bentuk solidaritas nyata, organisasi ini juga menggalang donasi bagi korban bencana banjir dan longsor di Sumatra.
Selain fokus pada isu ekologis, GMNI meluncurkan REDLAB atau Laboratorium Merah yang memanfaatkan analisis media dan kecerdasan buatan untuk memperkuat perjuangan ideologis di era digital. Laboratorium ini bertujuan membantu kader dalam memetakan opini publik dan membaca realitas sosial secara kritis agar mampu menghadapi ketimpangan informasi. Melalui inovasi ini, GMNI menghadirkan platform GMNI.AI serta Buletin Zaken sebagai sarana edukasi bagi seluruh kadernya di Indonesia.
Langkah reposisi ini menunjukkan bahwa ideologi marhaenisme tetap relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman dengan memimpin pemanfaatan teknologi, bukan tunduk padanya. GMNI menekankan bahwa penguasaan data dan narasi sangat penting dalam menentukan arah kesadaran publik saat ini. Dengan kombinasi aksi lapangan dan penguatan digital, organisasi mahasiswa ini bertekad untuk tetap konsisten menjadi pembela kepentingan rakyat kecil dan keadilan sosial. Dikutip dari Antaranews.com















