Jakarta – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Timur secara masif mendorong upaya penangkapan ikan sapu-sapu di berbagai aliran sungai di seluruh kecamatan wilayah Jakarta Timur. Langkah ini diambil sebagai strategi pengendalian spesies invasif yang dinilai merusak ekosistem perairan dan mengancam kelestarian populasi ikan lokal. Kepala Sudin KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto, menegaskan bahwa kegiatan berburu ikan sapu-sapu ini terus digalakkan demi menjaga keseimbangan lingkungan sungai dan kebaikan masyarakat luas.
Dalam implementasinya, Sudin KPKP melibatkan kolaborasi antara petugas lapangan, komunitas lingkungan, hingga warga sekitar untuk melakukan penyisiran secara rutin. Metode yang digunakan meliputi pemasangan jaring serta penangkapan manual di titik-titik habitat utama, seperti bantaran sungai dan saluran air yang padat populasi ikan tersebut. Salah satu aksi nyata dilakukan oleh 30 personel gabungan di Anak Kali Ciliwung, Matraman, di mana petugas menyisir aliran air mulai dari kawasan Kebon Manggis hingga ke perbatasan Manggarai untuk menekan laju pertumbuhan spesies pengganggu ini.
Selain aksi fisik di lapangan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai bahaya melepasliarkan ikan peliharaan ke perairan umum. Sudin KPKP mengingatkan bahwa tindakan membuang ikan invasif ke sungai merupakan penyebab utama kerusakan ekosistem yang sulit dikendalikan. Melalui gerakan penangkapan di tiap kecamatan, diharapkan kesadaran warga meningkat sehingga sungai-sungai di Jakarta Timur dapat kembali menjadi habitat yang sehat bagi keberagaman hayati ikan asli daerah. Dikutip dari Antaranews.com















