Bukan Cuma Hafalan, Kemendikdasmen Terapkan Deep Learning untuk Bentuk Karakter Pelajar

Bukan Cuma Hafalan, Kemendikdasmen Terapkan Deep Learning untuk Bentuk Karakter Pelajar

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah mendorong transformasi sistem pendidikan nasional melalui strategi Pembelajaran Mendalam atau deep learning. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyoroti fenomena scroll society di mana masyarakat saat ini mahir menggulirkan layar gawai namun minim memahami makna informasi secara utuh. Menurutnya, ketimpangan budaya (cultural lag) antara kecanggihan teknologi dan kedewasaan perilaku digital ini berujung pada rendahnya Digital Civility Index, sehingga sistem pendidikan harus segera bergeser dari sekadar pembelajaran “permukaan” menuju pemahaman yang mendalam.

Sejalan dengan hal tersebut, Staf Khusus Mendikdasmen, Rita Pranawati, menegaskan bahwa pendekatan deep learning sangat penting agar proses belajar tidak lagi berfokus pada hafalan semata. Metode ini diarahkan untuk membangun kesadaran, kebermaknaan, serta menciptakan suasana belajar yang gembira bagi peserta didik. Salah satu implementasi nyatanya adalah dalam memahami keragaman budaya, di mana perbedaan tidak boleh dijadikan sekat pemisah, melainkan kekuatan untuk membangun kolaborasi, sinergi, serta sikap toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.

Rita menambahkan bahwa pembentukan karakter peserta didik melalui deep learning tidak hanya terbatas di dalam ruang kelas formal, melainkan juga lewat interaksi sosial di kehidupan sehari-hari. Pengalaman nyata di masyarakat dinilai menjadi ruang pembelajaran penting untuk menanamkan kedewasaan perilaku dan karakter yang kuat. Melalui penguatan koordinasi dan transformasi kurikulum ini, Kemendikdasmen berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak dalam merespons perkembangan zaman. Dikutip dari RRI.co.id