Gandeng TÜV Rheinland, KAI Terapkan Standar Keamanan Global bagi Penumpang

Gandeng TÜV Rheinland, KAI Terapkan Standar Keamanan Global bagi Penumpang

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI resmi menggandeng lembaga audit internasional asal Jerman, TÜV Rheinland, untuk memperkuat sistem keamanan dan keandalan operasional armada nasional. Langkah strategis ini diambil menyusul lonjakan volume penumpang yang mencapai 503,6 juta orang sepanjang tahun 2025 serta melayani lebih dari 128 juta pelanggan pada kuartal I-2026. Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI, I Gede Darmayusa, menegaskan bahwa audit independen ini sangat krusial untuk memitigasi risiko operasional pada jaringan rel sepanjang 8.178 kilometer, memastikan setiap perjalanan tetap presisi dan terukur di tengah pertumbuhan mobilitas yang masif.

Audit keselamatan ini menggunakan pendekatan standar internasional Reliability, Availability, Maintainability, and Safety (RAMS) untuk mengevaluasi hampir 11.000 sarana transportasi milik perseroan. Project Manager TÜV Rheinland, Brian Wong, menjelaskan bahwa timnya melakukan integrasi data riwayat aset dengan inspeksi fisik mendalam guna mengidentifikasi potensi risiko sejak dini. Fokus evaluasi ini juga mencakup persiapan fase peremajaan bagi sekitar 35 persen armada KAI yang akan memasuki masa pembaruan dalam beberapa tahun ke depan, sehingga keandalan sistem tetap terjaga sesuai standar global yang berlaku di seluruh dunia.

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menambahkan bahwa kolaborasi dengan pakar dari Cologne yang berpengalaman sejak 1872 ini bertujuan untuk terus menekan angka gangguan operasional di lapangan. Melalui pengelolaan operasi berbasis data dan pemeliharaan prasarana yang disiplin, KAI berkomitmen menjaga kepercayaan publik sebagai penyedia jasa transportasi massal utama. Dengan sistem pengawasan yang semakin kuat dan terintegrasi, seluruh perjalanan kereta api di Indonesia dipastikan berjalan dalam kendali teknis yang dapat dipertanggungjawabkan demi keselamatan dan kenyamanan penumpang. Dikutip dari RRI.co.id