Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mendorong pemerintah untuk segera menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi krisis energi dan gejolak harga minyak dunia. Hal ini dipicu oleh serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela yang diprediksi akan mengganggu stabilitas pasar energi global. Mengingat Venezuela merupakan salah satu pemasok minyak mentah utama, gangguan pada produksi mereka dikhawatirkan akan memicu lonjakan harga akibat berkurangnya pasokan di tengah tingginya permintaan pasar.
Langkah mitigasi yang cepat dinilai sangat krusial untuk melindungi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dari dampak kerugian akibat fluktuasi harga minyak mentah. Menurut Eddy, kementerian terkait perlu mengambil tindakan taktis, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang, agar kenaikan harga dunia tidak merembet pada stabilitas ekonomi nasional. Kebijakan yang tepat diharapkan mampu menjaga kesehatan keuangan negara agar tetap stabil meski terjadi ketegangan geopolitik di luar negeri.
Di sisi lain, Eddy menegaskan bahwa krisis di Venezuela harus menjadi peringatan bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi melalui percepatan transisi ke energi terbarukan. Ketergantungan pada impor sumber energi dari luar negeri harus dikurangi dengan mengoptimalkan potensi sumber daya dalam negeri. Hal ini juga sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menghilangkan paradoks energi dan mewujudkan kemandirian energi nasional secara penuh. Dikutip dari Antaranews.com















