Kelelahan sering muncul tanpa disadari akibat aktivitas padat, kurang tidur, atau tekanan mental yang menumpuk. Mengetahui tanda-tanda awal kelelahan penting agar tubuh dan pikiran tetap sehat.
Melansir National Sleep Foundation, salah satu tanda paling umum adalah rasa lelah yang tidak hilang meski sudah tidur cukup. Kondisi ini sering berkaitan dengan kualitas tidur yang buruk atau ketegangan fisik dan mental yang tinggi. Tubuh membutuhkan tidur berkualitas untuk memulihkan energi dan memperbaiki fungsi organ.
Selain rasa lelah berkepanjangan, kelelahan juga dapat menurunkan konsentrasi. Anda mungkin merasa sulit fokus, mudah lupa, atau lambat merespons sesuatu. Studi dari American Psychological Association menyebutkan bahwa kelelahan fisik dan mental memengaruhi kemampuan kognitif, termasuk memori jangka pendek dan pengambilan keputusan.
Perubahan suasana hati juga menjadi tanda kelelahan. Orang yang kelelahan cenderung lebih mudah tersinggung, gelisah, atau kehilangan semangat. Menurut Cleveland Clinic, kondisi ini terjadi karena tubuh memproduksi lebih sedikit hormon yang mendukung stabilitas emosi, sehingga seseorang lebih rentan terhadap stres, kecemasan, atau iritabilitas.
Keluhan fisik seperti sakit kepala, nyeri otot, atau ketegangan pada bahu, juga menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan istirahat. Mayo Clinic menjelaskan bahwa ketegangan otot dan sakit kepala tegang (tension headache) sering muncul saat tubuh mengalami kelelahan kronis.
Tanda terakhir adalah perubahan pola makan dan tidur. Kelelahan dapat membuat seseorang sulit tidur atau bahkan kehilangan nafsu makan. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa gangguan pola makan dan tidur bisa menjadi indikator awal kelelahan, yang jika tidak ditangani dapat berkembang menjadi masalah kesehatan serius.
Mengetahui tanda-tanda ini sejak dini memungkinkan seseorang mengambil langkah pencegahan, seperti tidur cukup, mengatur jadwal kerja, dan menjaga pola makan seimbang, agar tubuh tetap fit dan produktif. Dikutip dari RRI.co.id











