Airlangga Hartarto mengusulkan pemberian insentif fiskal bagi pemerintah daerah yang berhasil menjaga stabilitas harga dan mendorong digitalisasi. Usulan ini disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, bersamaan dengan penganugerahan TPID Awards 2025 dan Championship TP2DD 2025. Airlangga menyebut anggaran insentif sekitar Rp786 miliar telah disiapkan.
Inflasi nasional pada Oktober 2025 tercatat 2,86 persen (yoy), masih berada dalam sasaran 2,5±1 persen. Stabilitas inflasi didukung konsistensi kebijakan BI, insentif fiskal pemerintah, serta penerapan strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Pemerintah juga terus memberikan stimulus ekonomi seperti diskon transportasi, bantuan pangan, BLT Kesra, dan program magang bagi lulusan perguruan tinggi.
Digitalisasi daerah turut berkembang pesat melalui program P2DD, dengan 501 daerah atau 91,8 persen telah memiliki ekosistem digital memadai hingga semester I 2025. Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Pada hari yang sama, Rakornas Pengendalian Inflasi dan P2DD 2025 juga dilaksanakan.
Sejumlah daerah menerima TPID Award 2025 dan Championship TP2DD 2025, meliputi kategori provinsi, kota, dan kabupaten terbaik serta daerah berprestasi. Dikutip dari Antaranews.com















