Pipa Pembuangan Vertikal Rusun Tambora Tersumbat Sampah dari Lantai 6

Pipa Pembuangan Vertikal Rusun Tambora Tersumbat Sampah dari Lantai 6

Jakarta – Kondisi memprihatinkan terjadi di Rusunawa Tambora, Jakarta Barat, di mana sampah di saluran pembuangan vertikal (trash chute) menumpuk hingga mencapai lantai enam pada Selasa. Masalah ini dipicu oleh terhambatnya pengangkutan sampah ke TPST Bantar Gebang serta adanya pembatasan kuota pembuangan sebesar 38 persen. Akibatnya, sampah rumah tangga yang biasanya dibuang melalui saluran shaft dari lantai atas tersumbat di area penampungan dasar, terutama di Tower B dan Tower C, karena armada truk sampah yang tersedia sangat terbatas.

Pengelola Rusunawa Tambora, Gatot Nurferianto, menjelaskan bahwa sistem pembuangan vertikal ini unik karena hanya diterapkan di rusun tersebut. Namun, karena sampah di lantai dasar tidak segera diangkut, saluran berdiameter 30×60 sentimeter tersebut mampet dan terus menggunung ke lantai-lantai di atasnya. Situasi ini memaksa warga di lantai bawah untuk turun langsung ke lantai dasar guna membuang sampah secara manual karena akses pintu trash chute sudah tertutup timbunan sampah yang tidak bisa jatuh.

Menanggapi krisis ini, Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat menerapkan strategi pengangkutan bertahap untuk menyiasati pengurangan kuota truk ke Bantar Gebang. Kasudin LH Jakarta Barat, Achmad Hariadi, menyatakan bahwa pihaknya memadatkan sampah dari lima truk kecil ke dalam satu truk besar guna memaksimalkan ritase pengangkutan. Meskipun prioritas utama saat ini adalah membersihkan jalan-jalan protokol, pemerintah terus berupaya menangani penumpukan di TPS rusun agar aktivitas warga kembali normal. Dikutip dari Antaranews.com