Gelaran musik jazz tahunan terbesar di Indonesia, Java Jazz Festival, segera memasuki babak baru. Setelah belasan tahum digelar di JIExpo Kemayoran, Java Jazz 2026 secara resmi mengumumkan kepindahannya ke lokasi yang lebih megah, yaitu Nusantara International Convention Exhibition (NICE) di PIK 2, Tangerang.
Presiden Direktur Java Festival Production, Dewi Gontha, akhirnya buka suara mengenai alasan di balik keputusan besar ini. Menurutnya, kepindahan ini merupakan sebuah langkah untuk naik kelas setelah dua dekade penyelenggaraan.
“Kalau di venue sebelumnya kita agak sulit berkolaborasi karena space kita mungkin lebih terbatas, walaupun itu udah menjadi rumah kita 15 tahun,” kata Dewi dalam konferensi pers yang digelar di NICE PIK 2. Kamis (30/10/2025).
Dengan lokasi baru yang lebih luas dan modern, Dewi berharap Java Jazz dapat membuka lebih banyak pintu kolaborasi yang sebelumnya terkendala oleh keterbatasan ruang.
“Space baru ini memberikan kita kesempatan untuk mengajak beberapa rekanan yang mungkin dulu belum pernah kita ajak untuk bisa masuk ke Java Jazz tahun depan,” sambungnya.
Tak hanya sekadar pindah lokasi, Java Jazz 2026 juga akan mengusung konsep yang lebih segar. Menggabungkan musik dengan seni, festival ini siap memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pengunjung.
“Next year is not just about music but it’s music and art. Kita mau ajak seniman-seniman, perupa, dan lain-lain untuk berpartisipasi, tetap mengangkat eh musik, konsepnya tetap musik. Tapi kita tampilin di area yang memberikan kita space untuk berkreasi,” jelas Dewi.
NICE PIK 2 sendiri merupakan sebuah venue berstandar internasional yang digadang-gadang sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia. Dengan kapasitas hall yang mampu menampung ribuan penonton, area outdoor yang luas, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya, NICE PIK 2 dinilai sangat ideal untuk gelaran sebesar Java Jazz.
Nantinya, Exhibition Building Hall akan disulap menjadi panggung utama yang akan diisi oleh para musisi jazz internasional. Sementara itu, area outdoor akan dimanfaatkan untuk panggung-panggung lainnya yang akan menampilkan musisi-musisi ternama Tanah Air serta berbagai tenant menarik.
Lebih lanjut, salah satu pertimbangan utama dalam pemilihan lokasi baru ini adalah kemudahan akses bagi para penonton, terutama yang berasal dari luar kota. Lokasi NICE PIK 2 yang strategis dan dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta akses tol menjadi nilai tambah yang signifikan.
“Kami sampaikan bahwa menurut survei yang kita lakukan, 68% daripada pengunjung Java Jazz tinggalnya itu di daerah Jakarta Selatan. Dan merupakan anak-anak muda, mahasiswa, dan milenial,” kata Peter F. Gontha, Founder Java Jazz.
“Dan tentu aksesnya mudah juga dari Jakarta Timur karena ada jalan tol, meskipun agak sedikit jauh. Terutama untuk perayaan besar selama 3 hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, 29, 30, dan 31 Mei 2026 yang akan datang,” imbuhnya.
Adapun guna semakin mempermudah para pengunjung, pihak penyelenggara juga telah menyiapkan berbagai pilihan transportasi publik seperti LRT Jabodebek, KRL, dan Transjakarta. Selain itu, direncanakan pula shuttle bus dari Bandara Soekarno-Hatta yang dapat dimanfaatkan oleh para penonton dari luar kota. Dikutip dari grid.id















