Gaet Mitra Otomotif, Pindad Targetkan Mobil Nasional dengan Kualitas Dunia

Gaet Mitra Otomotif, Pindad Targetkan Mobil Nasional dengan Kualitas Dunia

PT Pindad menegaskan kesiapan dan keterbukaannya untuk bekerja sama dengan berbagai perusahaan otomotif dalam pengembangan produk serta teknologi mobil nasional. Langkah ini dinilai penting agar mobil nasional tidak hanya menjadi simbol, tetapi mampu bersaing di pasar global.

Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, menyebut bahwa kerja sama lintas produsen sudah menjadi keharusan dalam industri kendaraan modern. Menurutnya, kolaborasi memungkinkan percepatan inovasi sekaligus meningkatkan efisiensi dalam pengembangan produk.

“Di masa kini di dunia industri otomotif, kemitraan untuk pengembangan produk dan penguasaan teknologi adalah menjadi suatu keniscayaan,” ujar Sigit kepada kumparan.

Belajar dari Model Kolaborasi Produsen Global

Sigit menjelaskan bahwa merek-merek besar dunia, baik dari Eropa maupun Jepang, telah lama bekerja sama dalam mengembangkan kendaraan hingga penggunaan komponen bersama. Model tersebut membuat industri lebih efisien tanpa menghilangkan ciri khas tiap brand.

“Merek-merek besar yang sudah berdiri lama baik Eropa dan Jepang telah mencontohkan hal ini. Tidak saja untuk pengembangan kendaraan tetapi juga untuk pengembangan dan penggunaan komponen otomotif yang dipakai bersama-sama,” tegasnya.

Pengembangan Mobil Nasional Bukan Proyek Instan

Sigit menekankan bahwa menciptakan produk otomotif berkualitas membutuhkan proses bertahap dan tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa. Jadwal peluncuran prototipe maupun produksi massal akan menyesuaikan kesiapan teknis serta ekosistem pendukung, termasuk jaringan penjualan dan layanan purna jual.

“Pengembangan produk yang berkualitas memerlukan waktu dan tahapan yang tertata secara baik,” ungkapnya.

Menurut Sigit, bagi Pindad, mobil nasional adalah langkah jangka panjang menuju kemandirian industri otomotif Indonesia, bukan proyek cepat yang hanya mengejar popularitas semata.

“Dengan mempertimbangkan tipe kendaraan, teknologi yang dimunculkan juga kesiapan jaringan penjualan dan purna jual. Sehingga waktu peluncuran prototipe dan produksi akan menyesuaikan hal-hal tersebut,” tutupnya.

Dikutip dari kumparan.com