BLORA – Perum Bulog berkomitmen penuh untuk menyerap seluruh hasil produksi jagung petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, guna mendukung stabilitas pangan dan kesejahteraan petani lokal. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa penyerapan ini mencakup kebutuhan pakan ternak hingga bahan baku bioetanol nasional yang permintaannya mencapai 3,2 juta ton. Sebagai off-taker, Bulog memastikan hasil panen raya di Kecamatan Randublatung—yang mencapai produktivitas 7 ton per hektare—tidak akan terbengkalai dan tetap memiliki nilai jual yang kompetitif.
Bupati Blora, Arief Rohman, menyambut baik dukungan ini dan optimis wilayahnya mampu menduduki peringkat pertama produsen jagung di Jawa Tengah dengan memperluas lahan hingga lebih dari 100.000 hektare. Selain fokus pada peningkatan produksi, Pemerintah Kabupaten Blora juga mendorong percepatan hilirisasi melalui pembangunan pabrik pakan di daerah sendiri. Langkah ini bertujuan agar nilai tambah ekonomi tetap berputar di Blora, mengingat selama ini sebagian besar komoditas jagung masih dikirim ke luar daerah dalam bentuk mentah.
Program pengembangan jagung di Blora ini juga mendapat pengawalan ketat dari Kementerian Pertanian dan TNI sebagai pilot project nasional. Panglima Kopassus, Letjen TNI Djon Afriandi, memastikan dukungan dari hulu ke hilir mulai dari akses modal, benih, hingga pupuk bagi petani. Dengan kebutuhan jagung nasional untuk pakan yang mencapai 15 juta ton per tahun, sinergi antara Bulog, Kementan, dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi melalui bioetanol sekaligus meningkatkan standar hidup para petani di Blora. Dikutip dari Antaranews.com















