Jakarta — Lima tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV milik PLN di Aceh rusak akibat banjir bandang dan angin kencang. Empat tower roboh dan satu mengalami kerusakan berat di Kabupaten Bireuen, sehingga pasokan listrik di sejumlah wilayah terdampak. Wilayah terdampak meliputi Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur, serta beberapa daerah lainnya.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, menyatakan PLN segera membangun lima tower darurat dengan mengerahkan ratusan personel dari Sumatera Utara, Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Material pendukung dikirim dari Palembang, Lampung, Jambi, Pekanbaru, dan Padang untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan.
“Proses perbaikan di lapangan diharapkan berjalan lancar sehingga suplai listrik di Aceh segera pulih,” ujar Lukman. PLN memastikan informasi perkembangan pemulihan akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi dan aplikasi PLN Mobile, serta Contact Center PLN 123 yang beroperasi 24 jam.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat banjir dan longsor terjadi sejak 18 hingga 26 November 2025. Sebanyak 14.235 kepala keluarga atau 46.893 jiwa terdampak, dan 1.497 jiwa dari 455 keluarga mengungsi. Banjir dipicu curah hujan tinggi yang terjadi terus-menerus.
Dua korban meninggal dilaporkan, yakni M. Afdalil (27) dari Aceh Utara terseret arus banjir saat melintasi sawah, dan Muzammil (30) warga Tanjong Babah Krueng, Matangkuli, yang tersengat listrik saat berusaha menyelamatkan unggasnya di tengah banjir. Dikutip dari RRI.co.id















