Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa target penyerapan beras nasional sebesar 4 juta ton pada tahun 2026 tetap berjalan sesuai rencana meskipun terdapat bencana banjir dan longsor di Sumatera. Pemerintah optimis target tersebut tercapai melalui langkah mitigasi berupa program pompanisasi dan dukungan pembiayaan penuh dari Kementerian Pertanian untuk memulihkan sawah yang terdampak. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional Bulog di Jakarta sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional.
Dampak bencana di wilayah Sumatera dinilai terbatas karena daerah terdampak bukan merupakan sentra utama produksi pangan yang menopang kebutuhan skala nasional. Pasokan beras nasional saat ini masih bertumpu pada wilayah produktif seperti Jawa, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat yang tetap beroperasi secara optimal. Kondisi ini memastikan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah tetap terjaga kuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sepanjang tahun.
Data menunjukkan bahwa tingkat kerusakan lahan pertanian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat relatif kecil dan berada di bawah angka 30 persen. Dengan persentase kerusakan yang rendah tersebut, keseimbangan pasokan beras nasional dianggap tidak terganggu secara signifikan. Upaya penguatan stok ini sekaligus menjadi komitmen Bulog dalam mendukung keberlanjutan swasembada beras yang menjadi visi utama pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dikutip dari Antaranews.com















