KRL Legendaris JALITA Pensiun, Tanda Dimulainya Regenerasi Sarana Transportasi

KRL Legendaris JALITA Pensiun, Tanda Dimulainya Regenerasi Sarana Transportasi

Jakarta – Kereta Rel Listrik (KRL) legendaris Tokyu Seri 8500 JALITA resmi menyelesaikan masa tugasnya, menandai era baru dalam regenerasi sarana transportasi KAI Commuter. Momen bersejarah ini disaksikan ribuan penggemar kereta api di Stasiun Jakarta Kota.

Perjalanan terakhir KRL JALITA berlangsung meriah pada Minggu (16/11/2025) sore. Hingga Oktober 2025, KAI Commuter telah melayani 287,3 juta penumpang, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel di Jabodetabek.

Mantan Direktur Utama KAI, Ignasius Jonan, turut mendampingi perjalanan terakhir JALITA dari Stasiun Jakarta Kota menuju Depo Kampung Bandan. Jonan menyatakan, “Commuter Line akan selalu menjadi etalase layanan kereta api nasional. Mobilisasi masyarakat yang besar menjadikan transportasi berbasis rel kebutuhan utama kota besar. Peradaban urban kita semakin maju sehingga kebutuhan sarana yang andal dan frekuensi perjalanan akan terus meningkat.”

Nama JALITA sendiri diberikan oleh Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, dan Jonan berharap sebagian sarana bersejarah dapat dilestarikan sebagai warisan transportasi publik modern Indonesia.

Untuk mengenang peran penting KRL JALITA, KAI Commuter menggelar mini museum selama sepekan, yang berhasil menarik 20.426 pengunjung, menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat. Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menyebutkan pameran ini merupakan kolaborasi dengan komunitas penggemar kereta api Indonesia, termasuk IRPS.

Anne menambahkan, “Pameran ini memperlihatkan bahwa KRL adalah bagian dari kehidupan warga Jabodetabek. Edukasi yang kami tampilkan menjadi upaya bersama untuk membangun layanan yang aman, ramah, dan berkelanjutan.”

Regenerasi sarana KRL terus dilakukan oleh KAI dan KAI Commuter. Investasi berkelanjutan dilakukan untuk menghadirkan sarana yang lebih modern dan memenuhi kebutuhan mobilisasi masyarakat urban. Anne menegaskan, “Purna tugas sarana legendaris ini membuka ruang bagi sarana yang lebih modern. KAI dan KAI Commuter berkomitmen memastikan layanan tetap menjadi pilihan utama mobilitas harian masyarakat.” Dikutip dari RRI.co.id