Jakarta – Polisi masih menyelidiki ledakan di Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan, yang terjadi pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 18.15 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan sebelas lainnya mengalami luka-luka. Polda Metro Jaya mengerahkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk mengidentifikasi korban meninggal dunia sekaligus membantu proses penanganan keluarga korban. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyampaikan bahwa berdasarkan data sementara, total korban mencapai 13 orang, dengan korban luka dirawat di tiga rumah sakit di wilayah Tangerang Selatan dan Jakarta.
Tim Dokkes Polda Metro Jaya telah melakukan pemeriksaan terhadap korban luka yang menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, tim DVI Biddokkes Polda Metro Jaya melakukan identifikasi terhadap dua korban meninggal dunia melalui pencocokan data pendukung dan berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk memastikan identitas korban. Kepolisian juga memprioritaskan pendampingan bagi keluarga yang terdampak ledakan Pasar Cimanggis. Budi Hermanto menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia serta berharap para korban luka segera pulih.
Berdasarkan keterangan kepolisian, ledakan di Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan, diduga bersumber dari gudang penyimpanan buah dan dipastikan bukan berasal dari bom. Hingga Kamis (15/10/2026), polisi masih mengumpulkan informasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan yang menimbulkan korban jiwa tersebut. Masyarakat diimbau untuk menunggu informasi resmi dari kepolisian dan tidak menyebarkan spekulasi mengenai penyebab kejadian yang belum terverifikasi. Dikutip dari rri.co.id















