Rupiah Menguat Hari Ini, Sejumlah Katalis Positif Jadi Pendorong

Rupiah Menguat Hari Ini, Sejumlah Katalis Positif Jadi Pendorong

Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin (10/8/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka naik 0,42 persen atau 75 poin ke level Rp17.822 per dolar AS, melanjutkan penguatan dari penutupan akhir pekan sebelumnya yang berada di posisi Rp17.897 per dolar AS. Analis Pasar Uang Valbury Sekuritas Fikri C. Permana memperkirakan rupiah berpeluang terapresiasi hingga Rp17.880 per dolar AS.

Penguatan rupiah ditopang sejumlah katalis positif, salah satunya memburuknya data tenaga kerja Amerika Serikat. Data Non-Farm Payrolls (NFP) Juli 2026 tercatat turun 23 ribu lapangan kerja, sementara data Juni juga mengalami revisi ke bawah. Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi pasar bahwa The Fed tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga, sehingga memberikan sentimen positif bagi mata uang rupiah. Selain itu, meredanya tensi konflik di Timur Tengah turut mendukung penguatan rupiah setelah Iran dan Oman disebut memasuki tahap akhir kesepakatan terkait pengelolaan bersama Selat Hormuz.

Dari dalam negeri, pelaku pasar masih mencermati perkembangan calon gubernur Bank Indonesia yang hingga kini belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah. Di sisi lain, aliran modal asing ke pasar saham turut menjadi katalis positif bagi rupiah. Pada akhir pekan lalu, investor asing mencatatkan net buy di pasar saham sebesar Rp917,23 miliar. Kombinasi sentimen eksternal dan aliran modal tersebut menjadi faktor yang berpotensi menjaga penguatan rupiah terhadap dolar AS pada awal pekan. Dikutip dari RRI.co.id